Life

Diet Digital


Sejak mulai kerja bertahun-tahun lalu, saya jadi jarang nonton TV. Awalnya sih mungkin karena udah capek pulang kerja, akhirnya memutuskan untuk langsung tidur aja. Belakangan, saya juga nggak menemukan nikmatnya nonton TV. Maksudnya di sini adalah, saya males “diatur-atur” sama stasiun TV akan apa yang harus saya tonton. Saya sih maunya, saya yang ngatur apa yang saya pengen tonton. Kalo lagi pengen nonton berita ya cari channel berita. Kalo pengen cari acara memasak, ya cari acara memasak. Masalahnya, kerap terjadi, keinginan saya nggak match dengan apa yang TV bisa tawarkan. Bahkan, TV kabel di rumah akhirnya saya putus setelah bertahun-tahun berlangganan. Kenapa? Ya lagi-lagi, niat awal saya kan pengen nonton apa yang pengen saya tonton, tapi masalahnya, waktunya saya pengen nonton selalu ga match dengan tayangan TV kabel. Alhasil, TV dua biji di rumah nggak ada yang nonton. Paling ya ditonton sama tamu atau saudara yang lagi berkunjung ke rumah. Sisanya? Si TV ya cuma jadi pajangan saja. (Si suami juga bukan penonton TV). Alhasil, sejak tahun lalu saya memutuskan jadi penonton youtube. Nonton doang loh ya, bukan content creator. Kenapa? Because I watch what I want to watch. Trus kalo mau nonton series yang ada di TV kabel gimana? Ummmm… kita mah suami-istri adalah pasangan downloader sejati 😆😆😆 Semua series-nya Marvel dan DC Comics mah saya tonton semua. Saya dan suami lebih mementingkan sambungan internet yang lancar jaya!

Trus yang ditonton di youtube apa dong? Yang ditonton  macem-macem ya. Mulai dari nonton berita, live streaming, talk show, acara memasak, beauty/make up, sampe belakangan nontonin vlog-vlog para celeb-youtube di luar negeri. Kebanyakan sih vlog yg saya tonton adalah family vlog yang keluarganya punya anak masih kecil. Kenapa? Lucu abis bok kelakuannya. Menghibur banget. hehe..

Nah, ada beberapa family vlogger yang saya subscribe. Para family vlogger ini biasanya upload vlog baru dengan frekuensi cukup tinggi. Ada yg 2 hari sekali, ada yang 3 hari sekali, bahkan ada yg tiap hari. What? Tiap hari??? Tadinya sih saya hepi-hepi aja sama family vlogger yang upload video baru tiap hari. Saya juga ga pernah bertanya : “do they have social life?” “Do they have time for their family” (Since they have to vlogging, editing and uploading video everyday). Tapi sih yang saya tau, para family vlogger ini pastinya banyak duit. Subscribers-nya dan viewers-nya ada yang mulai dari ribuan sampe ratusan ribu, bahkan ada yang jutaan. Yang endorse pasti banyak banget bok. Mulai dari produsen kebutuhan balita, produsen make up (buat si ibu), produsen alat-alat pertukangan buat si ayah, etc. Contoh simple, Awkarin aja kabarnya dapet Rp30-an juta sebulan ye kan? Apalagi ini? Sekeluarga bok bisa promosiin apa aja!

Nah, level hepi-hepi saya mulai berkurang sejak belakangan ini saya mulai sedikit menambah khasanah channel tontonan saya ke contents parenting dan pregnancy (i am on my 13th weeks of pregnancy by the way). Topik yang sedang saya tonton belakangan ini adalah konten mengenai “Anak dan gadget/TV”. Di situ dibahas  bahwa anak usia dini, khususnya yg berusia 0-24 bulan TIDAK memerlukan TV atau tidak perlu dipaparkan dengan segala jenis gadget. Usia 3-5 thn, boleh. Tapi hanya 1 jam sehari, itu pun content-nya selected (browsing sendiri ya pemirsa content apa aja. Atau konsultasi ke dokter anak anda). Begitu seterusnya sampai gede.

Solusinya bagaimana? Menurut channel yang saya tonton itu, semuanya dimulai dari orang tua. Orang tua HARUS menjauhkan anak dari TV dan gadget. Bahkan, orang tua HARUS diet memakai gadget dan diet menonton TV. Karena, kecenderungan anak adalah meniru, khususnya meniru apa yang orang tuanya lakukan. Kalo ortu-nya saban hari melototin gadget/TV, kapan main sama anak? Alhasil, anak pun minta ikutan. Atau malah banyak yang lebih parah: anaknya dicekokin TV/gadget, dengan alasan supaya anaknya nggak nangis. Hasilnya? Anak telat bicara (tontonan tidak berbahasa Indonesia, atau tontonan berupa tayangan tanpa percakapan), anak susah berinteraksi, anak melengos kalo dipanggil, etc. Trus kapan ortu boleh nonton TV atau pakai gadget? Pas anak tidur. Toh jam tidur anak panjang bukan?

Okay, easy to know, but hard to do. Yes parents? I think so. My husband and I discussed about it very frequently recently. Mumpung si bayi belom lahir ye kan? Jadi kita banyak-banyak bikin konsensus dulu di awal, biar ntar kalo si bayi lahir, kita tinggal jalan dengan berpatokan pada konsensus-konsensus ini 😁😁😁 –> rencana jangka panjangnya sih pengen bikin kurikulum buat bocah dalam perut ini kelak kalo dia lahir. Kami bukan pengen jadi orang tua yang obsesif, tapi kami mencoba dan berusaha keras mendidik anak sebagaimana mestinya, kembali ke fitrahnya: bahwa anak harus bermain (bukan dengan gadget) dan bukan nonton TV.

Nah balik lagi ke youtube. Kemarin, pas saya lagi buka yotube, family vlogger yg saya subscribe bikin big announcement: they will no longer upload a daily vlog anymore. Mereka juga nggak tau akan seberapa sering akan upload vlog. Could be weekly. Could be monthly. It depends on how much time they have left after taking care of their children. The vlog was very emotional (the wife was cryring), surprising, but relieving. Saya tonton  video itu sampe habis and I found out bahwa sang istri mulai menyadari dia nyaris ga punya waktu buat keluarga dan menjadikan aktivitas edit dan upload video jadi yg utama compare to taking care of her daughters 😭

Dari vlog di youtube ini saya belajar bahwa sebenarnya bukan anak yang butuh “diet” TV dan gadget, but parents! Why? Because parents are the one who introduce TV and gadget to their kids. Kids? They know nothing! Thank God, saya belajar hal ini jauh sebelum kami punya anak.

Tulisan ini saya buat bukan untuk menasehati atau menyindir orang lain. Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan saya dan suami bahwa kami harus Diet Digital. Bahwa hidup itu proses belajar. Dan kita bisa belajar dari mana saja. Setuju?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s