Life

Sudah terencanakah?


Tadi pagi tepat pukul 01.10, seorang kolega kerja saya meninggal. Saya dan beberapa rekan kerja termasuk boss, langsung ke rumahnya di bilangan Cipinang, Jakarta Timur. Di sana, saya sempat bertemu dengan ayah dan adik dari almarhum rekan kerja saya itu. Ayahnya sudah tua. Mungkin usianya 60-an tahun menuju 70. Sempat terbersit di pikiran saya, kalau saya di posisi rekan saya tersebut, bagaimana dengan keluarga yang saya tinggalkan?

Yang saya maksud di sini adalah support dalam hal finansial. Jujur saja, orang tua saya memang bukan tipe orang yang terencana. Di usia papa yang sebentar lagi 61 tahun itu, papa sama sekali ga punya dana pensiun, tabungan, asuransi kesehatan, apalagi investasi. Kenapa? Papa pegawai swasta dan mungkin saat itu dia tidak memahami yang namanya financial freedom.

Tapi ya puji Tuhan, papa punya 3 anak perempuan yang sangat support. Sejak kami lulus dan mulai bekerja, kami (bersama kakak saya) berusaha sebisa mungkin mencukupi kebutuhan papa dan mama. Rumah dan mobil mereka sudah punya, paling hanya kebutuhan sehari-hari yang kami support. Oh ya jangan lupa, juga liburan mereka kami support. Hampir tiap tahun mereka liburan. Tahun ini ke Bali, tahun depan mereka minta ke Medan. Senangny kalau mereka bisa bahagia..

Balik lagi ke perencanaan. Dari papa dan mama saya belajar. Saya berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang mereka buat: tanpa rencana di hari tua. Kenapa? Karena kami rindu, kelak kami tua nanti, kami tidak ingin “mengganggu” anak kami secara finansial. Alangkah indahnya jika di hari tua kami kelak, saya dan suami menghabiskan waktu bersama, berpetualang ke manapun kami mau tanpa harus “mengganggu” keuangan anak. Kami ingin memutus rantai itu, bahwa kelak ketika orang tua sudah tidak lagi produktif, adalah kewajiban anak untuk menafkahinya.Big NO NO!!

Karena itu, lebih dari setahun yang lalu, saya dan suami (waktu itu sih masih berstatus pacaran), memutuskan mulai membuat program dana pensiun. Caranya? Kami tidak menabung, tapi kami berinvestasi. Kenapa tidak menabung? Karena uang di tabungan pasti akan terkikis habis dimakan biaya administrasi dan pajak tabungan, juga dimakan inflasi. Bayangkan, bunga tabungan hanya 1.5% per tahun, sementara inflasi di atas 5% tiap tahun. Gimana nggak habis?

Akhirnya Agustus 2011, saya dan suami membuka account reksadana masing-masing di Bank Mandiri. Kenapa? Nggak kenapa-kenapa sih, biar praktis aja, karena kami menabung di bank tersebut sejak lama.

Singkat cerita, saya pun akhirnya membuka beberapa account reksadana lagi belakangan. Tujuannya? Yang satu buat dana pensiun di hari tua, yang satu lagi untuk modal usaha di hari tua (kami nggak mungkin selamanya jadi pegawai bukan?), dan yang satu lagi untuk dana keliling dunia di hari tua. Fyi, kami pengen banget ke Peru untuk mengunjungi Macchu Piccu, berjemur di Maldives, atau ngopi-ngopi di Santorini (Yunani), dan jalan-jalan ke Turki. Amin!!! Selain itu, kami juga punya instrumen investasi lainnya. Nggak usah disebutin semua di sini kali ya, show off banget! Hehhee…

Kalau kata para financial planner, sisihkan minimal 10% dari pendapatan bulananmu untuk investasi. Hmmm.. kami lebih sepertinya. Hehhehee.. Oh ya, selain investasi, jangan lupa, alokasikan 5% dari pendapatan bulanan untuk dana darurat (in case of orang tua sakit mendadak, pasangan meninggal, kena PHK, dll), 5% untuk asuransi (asuransi kesehatan dan asuransi jiwa bagi pencari nafkah utama di rumah), juga 10% untuk persepuluhan (karena saya Kristen) atau 2.5% bagi yang ber-zakat. Sisanya, boleh buat cicil rumah, belanja bulanan dan lain-lain.

The main point is, i just want to encourage you all my dear Friends, start planning your future from now on. Jangan sampai di masa muda kerja pontang-panting banting tulang, di masa tua pun demikian. Cape banget nggak sih?
Selamat berinvestasi ya, rencanakan masa depanmu dari sekarang. Good luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s