Life

Ingin atau butuh?


Tadi siang, usai makan di gedung sebelah kantor, saya berjalan tepat di belakang seorang mbak-mbak kantoran yang kantornya mungkin tak jauh dari kantor saya. Yang menarik perhatian saya dari mbak-mbak kantoran ini bukanlah gaya berpakaiannya yang keren seperti para pekerja kantoran di Sudirman  pada umumnya, tapi si mbak-mbak ini tampak terpincang-pincang kala berjalan.

Setelah saya perhatikan, ternyata, hak sepatu high heels-nya sudah agak goyang. Mungkin ga lama lagi akan copot meninggalkan sepatunya. Ujung heels-nya terlihat mengembang, aus dimakan trotoar dan aspal. Warna nya tak lagi hitam, tapi cenderung kusam.

Awalnya saya sempat kasian, sepatunya yang terlihat (maaf) cheesy itu tampaknya minta pensiun dini. Tapi, begitu saya lihat di tangannya ada Blackberry Dakota yang harganya Rp5 juta per unit, saya batal prihatin! *Karena saya bukan SBY.

Lalu saya berpikir, apa salahnya dia beli Blackberry Onyx 3 yang harganya Rp4 juta saja, lalu sisanya dibelikan sepatu harga sejuta. Tetap gaya dan nyaman bukan?

Tapi belakangan saya menyadari, manusia cenderung membeli apa yang dia inginkan bukan butuhkan. Alhasil, banyak hal-hal yang penting jadi tak tercukupi.

Bagaimana dengan kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s