Economy

Perlukah harga BBM naik? (sebuah tulisan telat)


Ya saya tau, tulisan ini merupakan tulisan telat. Sebenarnya hanya telat di-publish. Saya sudah memuat mon esprit (baca: pikiran saya) ini tepat sebelum rencana kenaikan harga BBM, 1 April 2012 di account twitter saya. Saat di mana demonstrasi anti kenaikan BBM terjadi di sejumlah tempat seperti Medan, Makassar dan Jakarta.

Jujur, saya sedih melihat kelakuan para demonstran. Apalagi kalau mereka itu mahasiswa. Duh, adik-adikku, sudahlah. Kalau mau mengemukakan pendapat tolonglah jangan destruktif. Masih sukur tidak ada korban jiwa (hanya luka-luka). Tapi pernahkah kalian menghitung berapa kerugian yang disebabkan oleh aksi demonstrasi destruktif itu?

Sadarkah kalian ketika pagar gedung DPR dirubuhkan, saya, orang tuamu dan pembayar pajak di negeri ini sudah dirugikan? Tidak taukah kalian bahwa pagar gedung DPR itu dibangun dari pajak yang saya, orang tuamu, dan kaum pekerja bayarkan setiap bulannya?

Jadi, jangan protes bila di RAPBN 2013 kelak, akan ada usulan anggaran untuk perbaikan pagar gedung DPR. Itu karena kalian! Sudahlah, kalaupun harga BBM naik, kalian tidak akan mati saat itu juga kan?

Saya menulis ini bukan karena saya mendukung penuh setiap keputusan dari pemerintahan SBY saat ini. Saya pikir, naik adalah salah satu pilihan yang terbaik. Terlepas dari kemungkinan dana kompensasi kenaikan BBM (baca: Bantuan Langsung Sementara Masyarakat-BLSM, dulunya BLT-Bantuan Langsung Tunai) kelak bakal diakal-akali oleh pemerintah, itu memang salah satu konsekuensi yang mungkin terjadi. Mudah-mudahan saja tidak.

IMHO, BLSM itu merupakan upaya the ruling party untuk meraih suara di 2014. Bukankah lebih baik memberi “kail+jala” ketimbang ngasi “ikan” ke masyarakat? Bukannya lebih membaik bangun infrastruktur supaya menarik investasi dan membuka lapangan kerja?

At least, ketika satu daerah berkembang, lapangan kerja dibuka, sekolah (BENAR-BENAR) gratis, pengobatan (BENAR-BENAR) gratis, sekalipun harga BBM dilepas (tanpa subsidi) ke harga Rp9,000/liter tidak masalah kan? Dan kalau pun BBM tidak naik, selain berakibat subsidi bengkak ke Rp178 triliun, adilkah bila pemilik mobil mewah dan tukang ojek sama-sama bayar premium Rp4,500?

Ya saya tau, pemerintah belum bisa sepenuhnya dipercaya, termasuk dalam penyaluran BLSM kelak. Makanya saya lebih mendukung pengalihan ke pembangunan infrastruktur. Kenapa? Belakangan saya merenungkan. Provinsi Papua merupakan wilayah yang kaya.”Ladang” emas Freeport terbesar di dunia ya di Papua itu. Belum lagi hasil tembaga dan uranium (meski sampai hari ini mereka tidak mengakuinya).

Coba bandingkan dengan Kalimantan Timur dan Riau yang kaya minyak, cukup sejahtera kan masyarakatnya? Dibanding papua tentunya. Lantas apa yang salah di Papua? IMHO, papua mengidap penyakit kemiskinan struktural. Pemerintah (sejak zaman Soeharto) sengaja memiskinkan dan membodohkan mereka.

IMHO, pemerintah sengaja tidak membangun infrastruktur supaya wilayah tersebut tidak berkembang. Supaya mudah membodohinya. Supaya tidak kritis masyarakatnya sehingga tidak mampu protes.

Beberapa waktu lalu, ada liputan kuhsus di harian Kompas soal Papua. Jujur, saya sedih ☹. Di situ ditulis, orang Papua kalau punya duit banyak (hasil mendulang emas secara liar), mereka akan tidur di got/jalanan. Kenapa? Karena banyak duit, mereka akan mabok, lalu tidak pulang ke rumah. Waktu itu sih saya tidak begitu percaya membacanya sampai suami saya cerita.

Dua minggu lalu, ketika suami saya selesai ngebor di Papua, dia dan beberapa engineer lain dipulangkan ke Jakarta. Saat sedang menunggu mobil jemputan menuju airport, tiba-tiba entah dari mana asalnya, ada orang Papua mabok (FYI, wktu itu masih jam 7 pagi) dan tidur di atas koper-koper mereka. Alhasil, satpam di rig dikerahkan untuk mengusir orang mabok tadi. Ketika suami cerita soal itu, saya langsung teringat apa yang saya baca di liputan khsus Kompas. Jujur, saya sedih.

Jadi, haruskah BBM naik? Tergantung pemerintah. Orientasinya apa? Kepentingan politik semata? Atau kepentingan rakyat banyak? Sekian.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s